Biaya Pendidikan Haruskah Mahal ?

Biaya pendidikan kita apakah harus mahal, atau gratis?, Jika kita masih mempertanyakan hal tersebut maka sebaiknya kita kembali ke tahun 1945 ketika kita memproklamirkan diri sebagai bangsa Indonesia yang merdeka yang bercita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsanya.

Coba renungkan, bagaimana mungkin kita akan dapat mencerdaskan bangsa ini jika untuk mendapatkan pendidikan dasar saja warga negaranya kesulitan karena pendidikan yang dikelola oleh pemerintah bukan hanya rendah kualitasnya tapi juga mahal harganya. Apa gunanya kita merdeka jika ternyata pendidikan dasar dengan kualitas burukpun harus kita peroleh dengan biaya mahal? Mana berkah kemerdekaan yang kita cita-citakan sejak lebih dari setengah abad yang lalu tersebut? Apakah kita harus menunggu hingga satu abad baru cita-cita kemerdekaan tersebut dapat kita peroleh ?

Memang sangat terasa sekali pendidikan itu mahal sekarang. Lebih ironis lagi sudahlah uang pendidikan terasa tinggi, hasil, mutu bahkan kualitasnya juga menurun. Disamping itu, jika kita telaah secara keseluruhan semua bahan-bahan pendidikan mahal, dan pengangguran juga semakin banyak.

Sebenarnya mengapa dan apa yang jadi masalahnya?

Jika kita kembalikan ke kurs dollar sebelum reformasi, yaitu sepertiga lebih dari sekarang, artinya pendidikan itu hanya sekitar sepertiganya dari yang sekarang. Konon uang dikorupsi bisa sampai 30-50%, apakah uang pendidikan itu juga dikorupsi? Mungkin saja, karena pembangunan gedung misalnya bisa saja di-mark up sampai 100% bahkan ada yang lebih. Hal lain adalah pendapatan masyarakat yang juga rendah, sehingga daya belinya juga rendah

Dengan begitu juga kita ambil kesepakatan bahwa, jika korupsi berkurang, gaji guru/dosen dapat naik. Bila gaji guru/dosen baik, menjadikan guru/dosen itu sejahtera, maka para guru dan dosen itu dapat mencurahkan perhatian kepada tugas pokoknya yaitu mendidik. untuk itu mereka harus selalu meningkatkan profesionalismenya.

Bila profesionalisme guru/dosen terbangun dan terus meningkat, hal ini dapat meningkatkan proses belajar mengajarnya, sehingga suasana kondusif di sekolah maupun di kampus dapat terbangun maka diharapkan mutu juga dapat meningkat.

Sekarang bila perubahan dapat terwujud dalam pemerintahan, dimana pendidikan menjadi fokus, anggaran pendidikan dari APBN/APBD paling tinggi. Bila Korupsi/ Kolusi/ Nepotisme berakhir, maka Insya Allah pendidikan dinegeri kita ini akan sukses. Dengan demikian mungkin juga biaya pendidikan dapat ditekan. Mungkin kita tidak merasakan biaya pendidikan itu mahal, karena tidak akan banyak lagi pungutan-pungutan diluar yang sudah diatur pemerintah/ yayasan.

Kalau KKN dapat berakhir, paling tidak berkurang secara bertahap dan lama kelamaan habis, Insya Allah setiap orang akan bergairah, orang dapat bekerja sesuai dengan keahlian/ kemampuan/ keinginannya. Tentu saja pendapatan akan meningkat, orang akan mampu membayar biaya pendidikan, dan tidak lagi dirasakan mahal. Untuk memberantas KKN harus dilaksanakan dengan suatu penegakan hukum yang adil, benar, konsekuen dan konsisten.

Kepada mereka yang rajin dan cerdas, sudah seharusnya pemerintah memberikan beasiswa karena pendidikan akademis memang mahal. Seyogianya industri atau instansi pemerintah menyerahkan tugas penelitiannya kepada universitas/perguruan tinggi sehingga biaya penelitian yang harus dipikul perguruan tinggi dapat dibantu atau bahkan dipikul industri dan instansi pemerintah. Dengan demikian, biaya bagi mahasiswa dapat dikurangi.

Mengingat biaya penelitian tidak murah untuk dapat mengikuti kuliah di suatu perguruan tinggi dibutuhkan biaya tidak sedikit. Bila hasil riset dapat langsung diaplikasikan dan dapat dijual ke industri atau instansi terkait, hasil ini secara kumulatif dapat digunakan membiayai riset berikutnya. Jadi, hasil riset dapat menumbuhkan multiplier effect.

Dengan biaya kuliah yang tinggi, perguruan tinggi diharapkan akan menghasilkan riset dan ilmu yang sepadan. Menurut saya, tidak semua pemuda harus kuliah di perguruan tinggi bila kemampuan berpikirnya relatif lemah. Lebih baik mereka masuk akademi yang mengajarkan ilmu terapan, profesi dan kompetensi yang amat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebetulnya, yang dibutuhkan masyarakat adalah ilmu dari seseorang yang dapat disumbangkan, bukan suatu gelar yang menempel pada namanya, tetapi tidak dapat dimanfaatkan masyarakat. Janganlah membanggakan diri dengan gelar yang dijual-belikan seperti pernah disinyalir Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Semoga masyarakat tidak silau melihat beberapa gelar yang dipajang di sekitar nama seseorang.

Jadi kesimpulannya dirasa biaya pendidikan memang mahal atau relative dirasa mahal: Karena adanya KKN, banyak pungutan-pungutan lainnya .Karena pendapatan masyarakat/ keluarga yang rendah. Kurang mendapat perhatian dari pemerintah Mutu/kualitas lulusan semakin menurun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s